Generasi Penyembah | True Worshippers



Siapa yang tidak tahu True Worshippers (TW)?
Team pemuji yang sudah 12 tahun berkarya di jalur musik rohani ini adalah orang-orang kreatif yang memiliki talenta musik di atas rata-rata. Tetapi mereka lebih memilih dunia musik rohani ketimbang sekuler.

Awalnya TW terbentuk berdasarkan kerinduan para anak muda yang mempunyai visi dan beban yang sama, yaitu ingin menjadi terang dan membawa perubahan bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia. TW merupakan kepanjagan tangan dari Tim Praise & Worship Jakarta Praise Community Church (JPCC) yang telah mengeluarkan 10 album lebih sampai sekarang.

Tim yang sudah melayani ke berbagai tempat, misalnya Amerika Serikat, Kanada, Belanda, Hongkong, Malaysia, Singapura dan berbagai tempat di Indonesia selalu ditunggu penampilannya oleh masyarakat pencinta musik rohani setiap tahunnya, bukan hanya karena TW bertabur ‘bintang’ saja tapi juga karena musik dan lagu-lagu TW yang apik.

Nama TW diambil dari Yohanes 4:25, yang artinya ‘Penyembah Yang Benar’. Nama itu diberikan Tuhan melalui beberapa orang di JPCC, termasuk gembala mereka Ps. Jeffrey Rachmat. “Karena visi TW sendiri ingin menjadikan generasi ini menjadi generasi penyembah yang menyembah dalam roh dna kebenaran, agar generasi muda menjadi berkat bagi bangsa-bangsa dan dunia. Karena Tuhan akan membangun gereja-Nya melalui komunitas yang hidup dan memberkati,” ucap Steve Tabalujan, salah satu personil TW. Meski para personilnya adalah orang-orang yang sibuk, tak menghambat mereka untuk terus berkarya. “Kita memang punya kesibukan masing-masing, baik di karir maupun keluarga. Jadi untuk mengumpulkan semua personilnya, kita harus menyusun jadwal bersama-sama. Dan saling konfirmasi sejak jauh-jauh hari,” jelas Sari Simorangkir yang juga sering membuat lagu-lagu hits.

Dalam hal pelayanan pun, mereka tidak selalu berjalan mulus, ada juga kendala yang mereka hadapi. Tapi mereka punya cara sendiri dalam menyelesaikannya. “Dalam pelayanan pasti suka ada masalah, sesama anggota pun kita sering berbeda pendapat. Tinggal bagaimana kita menyingkapinya saja. Biasanya kita menyelesaikan dengan cara rohani dan berkomunikasi dengan baik. Alkitab kan bilang, Besi menajamkan besi dan manusia menajamkan manusia,’ kini giliran Sidney Mohede yang membuka suara.

Perkembangan musik rohani yang semakin pesat dan anak muda yang semakin kreatif, ternyata tak mereka risaukan.
Justru itu kita harus lebih kreatif lagi dan terus berkarya. Tuhan kita kan Sang Pencipta yang kreatif,”
ujar Sidney sambil menutup perbincangan.


Related

chan pos 990083897403834708

Follow Us

https://www.facebook.com/GPdIImmanuelGarut/

Hot in week

Comments

Gembala Sidang

Gembala Sidang
Pdt. Diane Palit

Message

Kobarkan terus Api Pantekosta
Menuju Kesempurnaan Gereja

GPdI IMMANUEL - Garut

Gereja Pantekosta di Indonesia - IMMANUEL
Jl. Cimanuk no.261
Garut - Jawa Barat Indonesia.
Email : immanuelgarut@gmail.com
Admin : Hardyanto77@gmail.com
Phone: +628 (0262) 231109

Connect Us

item